Wawasan Nusantara IV


Pendidikan Kewarganegaraan
Makalah Wawasan Nusantara IV









Disusun oleh Kelompok 1:
Friska Putri Rahmeilia (22317442)
Ibrahim Husein (22317798)
Novita Eka Lestari (24317556)
Ralda Tiara Dulfi (24317923)
Shirly Siswardhana (25317670)
Kelas 2TB01

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan
Jurusan Teknik Arsitektur
Universitas Gunadarma
ATA 2018/2019

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr. wb.
Puji dan syukur mari kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat limpahan rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyusun “Makalah Wawasan Nusantara IV”.
Dalam penyusunan makalah ini, Alhamdulillah kami tidak mendapatkan halangan yang berarti. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar – besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan untuk kesempurnaan makalah selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua.
            Wassalamualaikum wr. wb.


Depok, 6 Mei 2019

Kelompok 1


DAFTAR ISI

Kata Pengantar……………………………………………………………………………….i
Daftar Isi…………..……………………………………………………………………….....ii
Bab I (Pendahuluan)
1.1  Latar Belakang Makalah…………………………………………………………...1
1.2  Rumusan Masalah……………………………………………………………..….. 1
1.3  Tujuan Makalah……………………………………………………………….….. 1
Bab II (Pembahasan)
1.1  Asas dan Arah Pandang Wawasan Nusantara……………………………….......…2
1.2  Kedudukan, Fungsi, dan Tujuan Wawasan Nusantara…………………………….3
1.3  Tantangan Implementasi Wawasan Nusantara dengan Adanya Era Baru Kapitalisme………………………………………………………………………...4
1.4  Keberhasilan Implementasi Wawasan Nusantara………………………………….6
Bab III (Penutup)
Kesimpulan………………………..…………………………………………………...8
Daftar Pustaka………………………………………………………………………………..8
      

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Salah satu persyaratan mutlak harus dimiliki oleh sebuah negara adalah wilayah kedaulatan. Kekuasaan sebuah negara mencakup seluruh wilayah, tidak hanya tanah, melainkan juga laut di sekelilingnya dan angkasa di atasnya.
Selain masalah wilayah kedaulatan, rakyat dan pemerintahan sah yang diakui juga merupakkan syarat mutlak suatu negara. Penduduk dalam suatu negara biasanya menunjukkan beberapa ciri khas tertentu dalam masalah kebudayaan, nilai-nilai politiknya, atau identitas nasionalnya. Kesamaan dalam sejarah perkembangannya, kesamaan bahasa, kesamaan kebudayaan, kesamaan suku bangsa, kesamaan agama merupakkan faktor-faktor yang mendorong ke arah terbentuknya persatuan nasioanal dan identitas nasional yang kuat.
Sebagai negara kepulauan yang luas, Indonesia menghadapi berbagai macam tantangan dan permasalahan, diantaranya faktor geografis, seperti iklim dan sumber daya alam, serta mengenai batas-batas wilayah. Selain itu, kemajemukan suku bangsa, ras dan agama juga merupakan variabel yang perlu di perhatikan
Melalui Deklarasi Djuanda 13 Desember 1957, Indonesia meletakkan konsep dasar Wawasan Nusantara, salah satu pedoman bangsa Indonesia mengenai wawasan nasional yang berpijak pada wujud wilayah nusantara dan keberagaman masyarakat yang hidup dan saling berinteraksi di dalamnya.
1.2.Rumusan Masalah
1.     Apa saja asas dan arah pandang wawasan nusantara?
2.     Bagaimana kedudukan, fungsi, dan tujuan wawasan nusantara?
3.     Apa saja tantangan implementasi wawasan nusantara dengan adanya era baru kapitalisme?
4.     Keberhasilan implementasi wawasan nusantara?
1.3. Tujuan
1.     Untuk mengetahui apa saja asas dan arah pandang wawasan nusantara.
2.     Untuk mengetahui bagaimana kedudukan, fungsi, dan tujuan wawasan nusantara.
3.     Untuk mengetahui apa saja tantangan implementasi wawasan nusantara dengan adanya era baru kapitalisme.
4.     Untuk mengetahui keberhasilan implementasi wawasan nusantara.

1.      
BAB II
PEMBAHASAN

1.1  Asas dan Arah Pandang Wawasan Nusantara
1.     Asas Wawasan Nusantara
Merupakan ketentuan-ketentuan dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara dan diciptakan agar terwujud demi tetap taat dan setianya komponen/unsur pembentuk bangsa Indonesia (suku/golongan) terhadap kesepakatan (commitment) bersama. Asas Wasantara terdiri dari :
a.      Kepentingan/Tujuan yang sama
b.     Keadilan
c.      Kejujuran
d.     Solidaritas
e.      Kerjasama
f.      Kesetiaan terhadap kesepakatan
2.     Arah Pandang Wawasan Nusantara
Dalam arah pandang wawasan nusantara dibagi menjadi 2, yakni kedalam dan keluar. Dengan latar belakang budaya, sejarah serta kondisi dan konstelasi geografi serta memperhatikan perkembangan lingkungan strategis, maka arah pandang wawasan nusantara meliputi:
a.     Arah Pandang Ke Dalam
Arah pandang ke dalam bertujuan menjamin perwujudan persatuan kesatuan segenap aspek kehidupan nasional, baik aspek alamiah maupun sosial. Arah pandang ke dalam mengandung arti bahwa bangasa indonesia harus peka dan berusaha untuk mencegah dan mengatasi sedini mungkin faktor-faktor penyebab timbulnya disintegrasi bangsa dan harus mengupayakan tetap terbina dan terpeliharanya persatua dan kesatuan dalam kebhinekaan.
b.     Arah Pandang Ke Luar
Arah pandang ke luar ditujukan demi terjaminnya kepentingan nasional dalam duna serba berubah maupun kehidupan dalam negeri serta dalam melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, serta kerja sama dan sikap saling menghormati. Arah pandang ke luar mengandung arti bahwa kehidupan internasionalnya, bangsa Idonesia harus berusaha mengamankan kepentingan nasionalnya dalam semua aspek kehidupan baik politik, ekonomi, sosial budaya maupun pertahanan da keamanan demi tercapainya tujuan nasional sesuai tertera pada Pembukaan UUD 1945.

1.2  Kedudukan, Fungsi, dan Tujuan Wawasan Nusantara
1.   Kedudukan Wawasan Nusantara
a.     Sebagai Wawasan Nasional
Wawasan Nusantara sebagai wawasan nasional bangsa Indonesia merupakan ajaran yang di yakini kebenarannya oleh seluruh rakyat agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upaya mencapai dan mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional.
b.     Sebagai Pedoman Persatuan
Wawasan Nusantara dalam paradigma nasional secara structural dan fungsional mewujudkan keterkaitan hierarkis piramida dan secara instrumental mendasari kehidupan nasional yang berdimensi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Wawasan Nusantara berkedudukan sebagai visi bangsa. Visi adalah keadaan atau rumusan umum mengenai keadaan yang ingin dicapai. Wawasan nasional merupakan visi bangsa yang bersangkutan dalam menuju masa depan. Visi bangsa Indonesia sesuai dengan konsep wawasan Nusantara adalah; menjadi bangsa yang satu dengan wilayah yang satu secara utuh.
2.   Fungsi Wawasan Nusantara
Menurut Cristine S.T. Kansil, S.H., MH dkk dalam bukunya pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi  menjelaskan bahwa fungsi wawasan nusantara:
a.        Membentuk dan membina persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Indonesia
b.       Merupakan ajaran dasar nasional yang melandasi kebijakkan dan strategi pembangunan nasional
Wawasan nusantara berfungsi sebagai pedoman, motivasi, dorongan serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan, dan perbuatan bagi penyelenggara Negara di tingkat pusat dan daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bernsyarakat, berbangsa, dan bernegara.
3.   Tujuan  Wawasan Nusantara
Di dalam buku pendidikan kewarganegaraan diperguruan tinggi, Menurut Cristine S.T. Kansil, S.H., MH dkk menjelaskan bahwa tujuan wawasan nusantara adalah :
a.        Tujuan ke dalam mewujudkan kesatuan dalam segenap aspek kehidupan nasional yaitu aspek alamiah dan aspek sosial
b.       Tujuan keluar pada lingkungan bangsa dan Negara yang mengelilingi Indonesia ialah ikut serta mewujudkan ketertiban dan perdamaian dunia berdasarkan kemerdekaan keadilan sosial dan perdamaian abadi
Wawasan Nusantara bertujuan mewujudkan nasioanalisme yang tinggi di segala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasioanal dari pada kepentingan individu, kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah (kepentingan individu, kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah tetap dihargai selama tidak bertentangan dengan kepentingan nasional atau kepentingan masyarakat banyak.

1.3  Tantangan Implementasi Wawasan Nusantara dengan Adanya Era Baru Kapitalisme
Penerapan Wawasan Nusantara harus tercermin pada pola pikir, pola sikap dan pola tindak yang senantiasa mendahulukan kepentingan negara.
1.     Implementasi dalam kehidupan politik, adalah menciptakan iklim penyelenggaraan    negara yang sehat dan dinamis, mewujudkan pemerintahan yang kuat, aspiratif, dipercaya.
2.     Implementasi dalam kehidupan ekonomi, adalah menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara merata dan adil.
3.     Implementasi dalam kehidupan sosial budaya, adalah menciptakan sikap batiniah dan lahiriah yang mengakui, menerima dan menghormati segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan yang hidup di sekitarnya dan merupakan karunia Sang Pencipta.
4.     Implementasi dalam kehidupan pertahanan dan keamanan, adalah menumbuhkan kesadaran cinta tanah air dan membentuk sikap bela negara pada setiap WNI.
Sosialisasi Wawasan Nusantara:
1.     Menurut sifat/ cara penyampaian:
a.      Langsung : ceramah, diskusi, tatap muka
b.     Tidak langsung : media massa
2.     Menurut metode penyampaian :
a.      Ketauladanan
b.     Edukasi
c.      Komunikasi
d.     Integrasi
Beberapa tantangan Implementasi Wawasan Nusantara:
1.     Pemberdayaan Masyarakat
John Naisbit dalam bukunya Global Paradox menyatakan : negara harus dapat memberikan peranan sebesar-besarnya kepada rakyatnya.
Pemberdayaan masyarakat dalam arti memberikan peranan dalam bentuk aktivitas dan partisipasi masyarakat untuk mencapai tujuan nasional hanya dapat dilaksanakan oleh negara-negara maju dengan Buttom Up Planning, sedang untuk negara berkembang dengan Top Down Planning karena adanya keterbatasan kualitas sumber daya manusia, sehingga diperlukan landasan operasional berupa GBHN.
Kondisi nasional (Pembangunan) yang tidak merata mengakibatkan keterbelakangan dan ini merupakan ancaman bagi integritas. Pemberdayaan masyarakat diperlukan terutama untuk daerah-daerah tertinggal.
2.     Dunia Tanpa Batas
a.     Perkembangan IPTEK
Mempengaruhi pola fikir , pola sikap dan pola tindak masyarakat dalam aspek kehidupan. Kualitas sumber daya Manusia merupakan tantangan serius dalam menghadapi tantangan global.
b.     Kenichi Omahe dalam bukunya “Borderless Word” dan “The End of Nation State” menyatakan : dalam perkembangan masyarakat global, batas-batas wilayah negara dalam arti geografi dan politik relatif masih tetap, namun kehidupan dalam satu negara tidak mungkin dapat membatasi kekuatan global yang berupa informasi, investasi, industri dan konsumen yang makin individual. Untuk dapat menghadapi kekuatan global suatu negara harus mengurangi peranan pemerintah pusat dan lebih memberikan peranan kepada pemerintah daerah dan masyarakat.
Perkembangan Iptek dan perkembangan masyarakat global dikaitkan dengan dunia tanpa batas dapat merupakan tantangan Wawasan Nusantara, mengingat perkembangan tsb akan dapat mempengaruhi masyarakat Indonesia dalam pola pikir, pola sikap dan pola tindak di dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3.     Era Baru Kapitalisme
a.     Sloan dan Zureker
Dalam bukunya “Dictionary of Economics” menyatakan Kapitalisme adalah suatu sistim ekonomi yang didasarkan atas hak milik swasta atas macam-macam barang dan kebebasan individu untuk mengadakan perjanjian dengan pihak lain dan untuk berkecimpung dalam aktivitas-aktivitas ekonomi yang dipilihnya sendiri berdasarkan kepentingan sendiri serta untuk mencapai laba guna diri sendiri.
Di era baru kapitalisme,sistem ekonomi untuk mendapatkan keuntungan dengan melakukan aktivitas-aktivitas secara luas dan mencakup semua aspek kehidupan masyarakat sehingga diperlukan strategi baru yaitu adanya keseimbangan.
b.     Lester Thurow
Dalam bukunya “The Future of Capitalism” menyatakan : untuk dapat bertahan dalam era baru kapitalisme harus membuat strategi baru yaitu keseimbangan (balance) antara paham individu dan paham sosialis.
Di era baru kapitalisme, negara-negara kapitalis dalam rangka mempertahankan eksistensinya dibidang ekonomi menekan negara-negara berkembang dengan menggunakan isu-isu global yaitu Demokrasi, Hak Azasi Manusia, Lingkungan hidup.
4.     Kesadaran Warga Negara
a.     Pandangan Indonesia tentang Hak dan Kewajiban
Manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama. Hak dan kewajiban dapat dibedakan namun tidak dapat dipisahkan.
b.     Kesadaran bela negara
Dalam mengisi kemerdekaan perjuangan yang dilakukan adalah perjuangan non fisik untuk memerangi keterbelakangan, kemiskinan, kesenjangan sosial, memberantas KKN, menguasai Iptek, meningkatkan kualitas SDM, transparan dan memelihara persatuan.
Dalam perjuangan non fisik, kesadaran bela negara mengalami penurunan yang tajam dibandingkan pada perjuangan fisik.

1.4  Keberhasilan Implementasi Wawasan Nusantara
Diperlukan kesadaran WNI untuk:
1.       Mengerti, memahami, mengahayati tentang hak dan kewajiban warga negara serta hubungan negara.
2.       Mengerti, memahami, menghayati tentang bangsa yang telah menegara, bahwa dalam menyelenggarakan kehidupan memerlukan konsepsi wawasan nusantara sehingga warga negara memiliki cara pandang.
Agar kedua hal terwujud, diperlukan sosialisasi dengan program yang teratur, terjadwal dan terarah
Untuk mempercepat tercapainya tujuan wawasan Nusantara, disamping implementasi seperti yang telah disebutkan diatas, perlu juga dilakukan pemasyarakatan materi Wawasan Nusantara kepada seluruh masyarakat Indonesia. Pemasyarakatan Wawasan Nusantara tersebut dapat dilakukan dengan cara berikut:
1.     Menurut sifat/ atau cara penyampaian, yang dapat dilaksanakan sebagai berikut
a.      Langsung yang terdiri dari ceramah, diskusi, dialog, tatap muka
b.     Tidak langsung, yang terdiri dari media elektronik dan media cetak
2.     Menurut metode penyampaian yang berupa:
a.      Keteladanan. Melalui metode penularan keteladanan dalam sikap perilaku kehidupan sehari-hari kepada lingkungannya serutama dengan memberikan contoh-contoh berpikir, bersikapdan bertindak mementingkan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan sehingga timbul semangat kebangsaan yang selalu cinta tanah air.
b.     Edukasi, yakni melalui metode pendekatan formal dan informal. Pendidikan dormal ini dimulai dari tingkat taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi, pendidikan karier di semua strata dan bidang profesi, penataran, kursus dan sebagainya. Sedangkan pendidikan non-formal dapat dilaksanakan di lingkungan keluarga, pemukiman, pekerjaan, dan organisasi kemasyarakatan.
c.      Komunikasi. Tujuan yang ingin dicapai dari sosialisasi wawasan nusantara melalui metode komunikasi adalah tercapainya hubungan komunikatif secara baik yang akan mampu menciptakn iklim saling menghargai, menghormati, mawas diri, dan tenggang rasa sehingga terciptanya kesatuan bahasa dan tujuan tentang wawasan nusantara.
d.     Integrasi. Tujuan yang ingin dicapai dari pemasyarakatan/sosialisasi wawasan nusantara melalui metode ini adalah terjalinnya pemahaman tentang wawasan nusantara akan membatasi sumber konflik di dalam tubuh bangsa Indonesia baik pada saat ini maupun di masa mendatang dan akan memantapkan kesadaran untuk mengutamakan kepentingan nasional dan cita-cita tujuan nasional.
Dalam melaksanakan pemasyarakatan, lingkup materi wawasan nusantara yang disampaikan hendaknya disesuaikan dengan tingkat, jenis, serta lingkungan pendidikan agar materi yang disampaikan tersebut dapat mengerti dan dipahami.


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Tujuan dari wawasan nusantara tersebut yaitu mewujudkan nasioanalisme yang tinggi disegala aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mengutamakan kepentingan nasioanal dari pada kepentingan individu, kelompok, golongan, suku bangsa atau daerah tetap dihargai selama tidak bertentangan dengan kepentingan nasional atau kepentingan masyarakat banyak.


DAFTAR PUSTAKA

Budiarjo, Miriam. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2014.
Sumarsono, S. Penidikan kewaarganegaraan, Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2015.
Sumarsono, S. Cara Pandang Geopolitik, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama, 2005.
Jordyayal (2012). Arah Pandang Wawasan Nusantara. From http://jordyayal.wordpress.com/2012/07/27/arah-pandangan-wawasan-nusantara/, 8 Januari 2015
Vabrian (2013). Wawasan Nusantara. From http://vabrianz.wordpress.com/wawasan nusantara, 9 Januari 2015
Sarjanaku (2010). Wawasan Nusantara. From http://www.sarjanaku.com/2010/10/wawasan-nusantara.html, 9 Januari 2015.
Rina (2012), Wawasan Nusantara. From http://rinastkip.wordpress.com/2012/11/21/makalah-pkn-wawasan-nusantara/, 6 Januari 2015.
Agus (2013), Asas dan Arah Pandang Wawasan Nusantara. From http://agusismyname.blogspot.com/2013/06/asas-dan-arah-pandang-wawasan-nusantara.html, 8 Januari 2015.
Hizaf, Zafiq (2013), Implementasi Wawasan Nusantara dalam Kehidupan Nasional. From http://zafiqhizaf.wordpress.com/2013/06/03/implementasi-wawasan-nusantara-dalam-kehidupan-nasional/, 8 Januari 2015.
Hidayat, Taufik (2013), Pengertian Hakikat dan Kedudukan Wawasan Nusantara. From http://welcome-taufikhidayat.blogspot.com/2013/05/pengertian-hakekat-dan-kedudukan.html, 8 Januari 2015.


Comments